Sabtu, 18 April 2009

Penyamaian Jati Diri

MANUSIA DAN FAKTOR-FAKTOR TINGKAH LAKUNYA


MANUSIA SEBAGAI PRIBADI

Berbicara tentang manusia bukanlah suatu hal yang mudah, begitu banyak permasalahan yang terkandung didalamnya. Bahkan manusia itu sendiri merupakan masalah. Ia sulit Di dekati, dimengerti, dan di pahami secara menyeluruh.
Jika direnungkan, istilah pribadi berarti sendiri, mandiri. Maksudnya karena memiliki akal budi, manusia tahu apa yang ia lakukan, dan mengapa ia melakukannya. Manusia itu pribadi, artinyaia mandi dalam menunjukan kehendaknya, dalam menentukan sendiri setiap perbuatannya. sebagai pribadi, manusia bukan benda mati, artinya ia mampu, ia berdaya, dan ia berkekuatan. berkat kemampuan, daya dan kekuatannya, manusia selalu dan tak akan pernah berhenti berkembang, dan terutama mengembangkan kebutuhannya.

Berkaitan dengan hal itu, Abraham Maslow dalam salah satu teorinya yang menyebut hierarti kebutuhan, yaitu kebutuhan fisik, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan menjadi anggita kelompok, kebutuhan ego, serta kebutuhan akan beraktualisasi. dalam keinginannya untuk mengaktulisasikan diri secara terus menerus, manusia acap menghanyutkan oleh realitas disekitarnya. kecenderungan manusia untuk berubah dalam kenyataanya merupakan suatu proses untuk menjadi yang lain; suatu proses pembentukan kepribadian. pada dasarnya pembentukan kepribadian adalah suatu proses pembentukan diri, suatu proses yang tak pernah berakhir. seseorang yang berkeinginan menampilkan identitas prtibadi baru biasanya akan menanggalkan kebiasaan masa lalunya, kemudian tampil dengan sikap dan prilaku yang berbeda, bahkan terkadang secara sadar atau tidak demi perbedaan yang di inginkan, ia tidak akan malu-malu untuk memanipulasi diri.
Walau demikian betapun ia menghilangkan masa lalunya, jejak-jejaknya tetap masih akan tersisa. dengan demikian proses pembentukan diri merupakan suatu proses yang melibatkan manusia secara keseluruhan dalam rentang sejarah kehidupan pribadinya, yang merupakan rangkaian dari kegiatan masa baik masa lalu maupun masa depannya. Namun manusia bukan hanya terbentuk secara pasif oleh pengalamanya, melainkan subjek yang mengolah pengalaman, bahkan memilih untuk mendapatkan pengalaman tertentu. seperti kita ketahui, manusia dan pengalaman merupakan proses yang saling berinteraksi.

Sebagai makhluk yang berjiwa rohani dan berbadan jasmani manusia terpanggil untuk mengembangkan diri, mengadakan dialog terus menerus dengan dirinya sendiri, saling berinteraksi dalam menanggapi berbagai realitas. sebagai subjek manusia berupaya mengukuhkan diri sebagai aktulisasi dalam membentuk kepribadiannya. diperlukan suatu tahapan pengembangan diri untuk menampilkan suatu bentuk kepribadian. sebagai pribadi manusia merupakan totalitas yang mantap dan harmonis.

Dalam sila pertama pancasila, Ketuhana Yang Maha Esa, kita mengakui bahwa keberadaan manusia adalah kehendak Tuhan Sang Pencipta. kita juga tahu bahwa kehadiran manusia mengungkapkan kenyataan lain yang tak kurang pentingnya yaitu kebersamaannya dengan sesama. sebagai pribadi manusia. manusia akan hidup serta menghayati keberadaanya secara wajar tanpa hidup bersama dengan lingkungannya. pada hakekatnya manusia adalah makhluk sosial yang satu membutuhkan orang lain. sebagai bagian dari totalitas umat manusia, sebagai pribadi secara sadar manusia hanya dapat berkembang dengan kesatuanya dengan sesama.

Apabila dilakukan pendekatan menurut pelajaran agama, khususnya gama islam, Isya Allah Tuhan akan memberikan kemudahan jalan menuju yang baik dan sekaligus kemudahan menuju jalan yang tidak baik. artinya, manusia memiliki kebebasan untuk menentukan pilihannya, akan jalan yang akan ditempuhnya. Iman dan ketakwaan kepada Tuhan akan memberi tuntunan kepada manusia untuk dapat memilih yang benar.

0 Comments:

blogger templates | Make Money Online