Untuk melihat susunan pengurus fkpmm periode 2007-2008 bisa di lihat di
Sabtu, 18 April 2009
AD/ART FKPMM
Untuk mendownload AD/ART FKPMM diatas Anda bisa mengklik menu Diatas atau bisa juga link di bawah ini
Diposting oleh FKPMM di 4/18/2009 06:41:00 PM 0 komentar
Label: AD/ART FKPMM
Penyamaian Jati Diri
MANUSIA DAN FAKTOR-FAKTOR TINGKAH LAKUNYA
MANUSIA SEBAGAI PRIBADI
Berbicara tentang manusia bukanlah suatu hal yang mudah, begitu banyak permasalahan yang terkandung didalamnya. Bahkan manusia itu sendiri merupakan masalah. Ia sulit Di dekati, dimengerti, dan di pahami secara menyeluruh.
Jika direnungkan, istilah pribadi berarti sendiri, mandiri. Maksudnya karena memiliki akal budi, manusia tahu apa yang ia lakukan, dan mengapa ia melakukannya. Manusia itu pribadi, artinyaia mandi dalam menunjukan kehendaknya, dalam menentukan sendiri setiap perbuatannya. sebagai pribadi, manusia bukan benda mati, artinya ia mampu, ia berdaya, dan ia berkekuatan. berkat kemampuan, daya dan kekuatannya, manusia selalu dan tak akan pernah berhenti berkembang, dan terutama mengembangkan kebutuhannya.
Berkaitan dengan hal itu, Abraham Maslow dalam salah satu teorinya yang menyebut hierarti kebutuhan, yaitu kebutuhan fisik, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan menjadi anggita kelompok, kebutuhan ego, serta kebutuhan akan beraktualisasi. dalam keinginannya untuk mengaktulisasikan diri secara terus menerus, manusia acap menghanyutkan oleh realitas disekitarnya. kecenderungan manusia untuk berubah dalam kenyataanya merupakan suatu proses untuk menjadi yang lain; suatu proses pembentukan kepribadian. pada dasarnya pembentukan kepribadian adalah suatu proses pembentukan diri, suatu proses yang tak pernah berakhir. seseorang yang berkeinginan menampilkan identitas prtibadi baru biasanya akan menanggalkan kebiasaan masa lalunya, kemudian tampil dengan sikap dan prilaku yang berbeda, bahkan terkadang secara sadar atau tidak demi perbedaan yang di inginkan, ia tidak akan malu-malu untuk memanipulasi diri.
Walau demikian betapun ia menghilangkan masa lalunya, jejak-jejaknya tetap masih akan tersisa. dengan demikian proses pembentukan diri merupakan suatu proses yang melibatkan manusia secara keseluruhan dalam rentang sejarah kehidupan pribadinya, yang merupakan rangkaian dari kegiatan masa baik masa lalu maupun masa depannya. Namun manusia bukan hanya terbentuk secara pasif oleh pengalamanya, melainkan subjek yang mengolah pengalaman, bahkan memilih untuk mendapatkan pengalaman tertentu. seperti kita ketahui, manusia dan pengalaman merupakan proses yang saling berinteraksi.
Sebagai makhluk yang berjiwa rohani dan berbadan jasmani manusia terpanggil untuk mengembangkan diri, mengadakan dialog terus menerus dengan dirinya sendiri, saling berinteraksi dalam menanggapi berbagai realitas. sebagai subjek manusia berupaya mengukuhkan diri sebagai aktulisasi dalam membentuk kepribadiannya. diperlukan suatu tahapan pengembangan diri untuk menampilkan suatu bentuk kepribadian. sebagai pribadi manusia merupakan totalitas yang mantap dan harmonis.
Dalam sila pertama pancasila, Ketuhana Yang Maha Esa, kita mengakui bahwa keberadaan manusia adalah kehendak Tuhan Sang Pencipta. kita juga tahu bahwa kehadiran manusia mengungkapkan kenyataan lain yang tak kurang pentingnya yaitu kebersamaannya dengan sesama. sebagai pribadi manusia. manusia akan hidup serta menghayati keberadaanya secara wajar tanpa hidup bersama dengan lingkungannya. pada hakekatnya manusia adalah makhluk sosial yang satu membutuhkan orang lain. sebagai bagian dari totalitas umat manusia, sebagai pribadi secara sadar manusia hanya dapat berkembang dengan kesatuanya dengan sesama.
Apabila dilakukan pendekatan menurut pelajaran agama, khususnya gama islam, Isya Allah Tuhan akan memberikan kemudahan jalan menuju yang baik dan sekaligus kemudahan menuju jalan yang tidak baik. artinya, manusia memiliki kebebasan untuk menentukan pilihannya, akan jalan yang akan ditempuhnya. Iman dan ketakwaan kepada Tuhan akan memberi tuntunan kepada manusia untuk dapat memilih yang benar.
Diposting oleh FKPMM di 4/18/2009 08:52:00 AM 0 komentar
Label: Manusia Sebagai Pribadi
Senin, 13 April 2009
Logo FKPMM SULUT
Ini Logo Organisasi Kami Di sulawesi Utara,
Oraganisasi ini bernama Forum Komunikasi Pelajar dan Mahasiswa Muna disingkat FKPMM
FKPMM adalah organisasi yang bersifat kekeluargaan dan menjunjung tinggi nilai-nilai dasar sifat kedaerahan “dapoasi-asigho dapoangka-angkatau”. organisasi ini di didirnkan di tondano pada tanggal 5 oktober tanuh 1990 dan berkedudukan di Todano Sulawesi Utara (SULUT). dalam organisasi ini yangberasaskan pancasila sebagai landasan sadar untuk menciptakan kader-kader yang berjiwa pancasila dan setia kepada bangsa dan negara yang terkhususnya Daerah Kabupaten Muna. Organisasi ini berfunsi sebagai salah satu organisasi paguyuban yang berfungsi menghimpun pelajar, mahasiswa asal dan keturunan muna yang ada di Sulawesi Utara.
Dalam Organisasi ini mempunyai Lagu:
HIMNE FKPMM
Witeno wuna wite barakati
Wite ko kasintano
Mieno do pande po bhasitie
Doseise ne kaetaha
Dokidoe pomodai
Bhe mosi-mosraha
Gaundo sapo metaa
Reff
Ane omindalo
Mai bhe hintu te wuna
De late pongkaninigho
Dapoangka-angkatau
Datumola ne kakawasa
Sio-siomo weeli metaano ini
Koemo bhe ndumai-daie
Aitumo
Insaidi wuna
Tafintaraghie sepaliha
Kaowilindo kamokulahi
Koemo wuto sumanomo liwu
Kanandohanomo wuna
Nokabarakati
Bhe dua no kokasintaFoto berikut Pembina FKPMM Sulawesi Utara, Kanda BUDI HERMANI (Almarhum) Urutan ke 3 Dari Kanan pembaca. juga beliau Pengurus Besar DPC Pusat HMI Cabang Tondano.
Beliau Meninggal Baru-baru ini dalam memperjuangkan hak-hak masyarakta muna kabupaten muna. Dan kami Anggota Pengurus FKPMM SULUT Turut berduka cita ata meninggalnya beliau.
BUDI HERMANI
Berikut Foto Author weblog Forum Komunikasi Pelajar Mahasiswa Muna (FKPMM).
Nama Lenkapnya : Lamudi
Tempat Tanggal Lahir : Lamanu, 17 mey 1984
Hobi : Membaca, dll
Status : Pelajar yang lain masih di kejar
Kuliah : Di Universitas Negeri Manado (UNIMA)
Pesan : Belajar terus belajar dan terus belajar.
LA MUDI, S.Pd
Berikut Foto Bersama Anggota FKPMM Pada saat Musyawarah Daerah (MUSDA).
Inilah wajah-wajah anggota FKPMM sebagian dalam foto bersama. dalam foto ini kami tdk menampilkan foto keseluruhan Anggota FKPMM atau orang muna yang kuliah di UNIMA, akan tetapi foto ini salah satu keterwakilah foto anggota fkpmm secara keseluruhan yang berjumlah 376 orang.
Anggota FKPMM
Berikut Foto Hacker FKPMM sebelah kanan Pembaca atas nama: Mudasir, S.Pd, beliau sangat terkenal di teknologi dan informatika, sekaligus senior FKPMM SULUT, dan saat ini beliau telah memilki karya ilmiah dengan sangat terkenal di perum UNIMA, Karya apakah itu?? soba-soba mungkin penasaran yach, ehhmmm... salah satu karyanya sobat-sobat bisa melihatnya di weblog pribadinya. www.memaputra.blogspot.com.
Ilham & Mudasir, S.Pd
salam perjuangan.............
Diposting oleh FKPMM di 4/13/2009 11:51:00 AM 0 komentar
Label: FKPMM SULUT
Yakin Usaha Sampai
Tulisan ini saya abil dari blog teman saya yang bernama Andrey. Sebuah tulisan yang sangat menggugah hati.
Saya teringat kata-kata bung karno yang menggugah “Beri aku seribu orang, dan dengan mereka aku akan menggerakkan Gunung Semeru! Beri aku sepuluh pemuda yang membara cintanya kepada Tanah Air, dan aku akan mengguncang dunia!!?
Mengapa seorang Bung Karno mengatakan hal seperti itu? Apa yang menyebabkan pemuda begitu hebat di mata seorang pemimpin besar seperti Bung Karno?
DEFINISI PEMUDA
Sebenarnya siapa pemuda itu? Banyak yang mengatakan pemuda bukan dilihat dari usianya melainkan dari semangatnya. Namun ada juga yang tidak sepaham dengan pernyataan tersebut. Oleh karenanya sebelum masuk ke pembahasan yang lebih jauh mari kita lihat definisi pemuda.
Menurut WHO pemuda digolongkan berdasarkan usia, yakni 10-24 tahun. Sedangkan remaja atau adolescence berada pada rentang usia 10-19 tahun.sementara menurut Princeton (universitas terkemuka di USA) definisi kata pemuda (youth) dalam kamus Webstersnya sebagai “the time of life between childhood and maturity; early maturity; the state of being young or immature or inexperienced; the freshness and vitality characteristic of a young person”.
Definisi lainnya :
“Youth… those persons falling between the ages of 15 and 24 years inclusive.” - United Nations General Assembly
“Time in a person’s life between childhood and adulthood. The term “youth” in general refers to those who are between the ages of 15 to 24.” - World Bank.
The Commonwealth Youth Programme works with “young people (aged 15-29).
“A person… under 21 years of age.” - National Highway Traffic Safety Administration
“People between the ages of 20 and 25.” - Government of Tasmania
Dari kumpulan definisi di atas Secara umum pemuda digolongkan berdasarkan rentang usia yaitu di bawah 30 tahun.
PERUBAHAN
Pemuda memiliki semangat untuk berubah dan kemampuan untuk melakukan perubahan. Hal ini yang menjadi peran paling penting dari pemuda. Jika kita melihat kembali sejarah Indonesia, kita akan melihat begitu dominannya peran pemuda dalam melakukan perubahan. Dimulai dari kebangkitan nasional 100 tahun silam, sumpah pemuda yang menjadi cikal bakal persatuan Indonesia, kemerdekaan republik Indonesia, lahir dan tumbangnya orde baru serta lahinya orde reformasi. Sejarah mengatakan tanpa pemuda negeri ini tidak akan menikmati kemerdekaan dan terus menerus hidup dalam ketidakadilan.
Perubahan menjadi indikator suatu keberhasilan terhadap sebuah gerakan pemuda. Perubahan menjadi sebuah kata yang memiliki daya magis yang sangat kuat sehingga membuat gentar orang yang mendengarnya, terutama mereka yang telah merasakan kenikmatan dalam iklim status quo. Kekuatannya begitu besar hingga dapat menggerakkan kinerja seseorang menjadi lebih produktif. Keinginan akan suatu perubahan melahir sosok pribadi yang berjiwa optimis. Optimis bahwa hari depan pasti lebih baik. (artikel.blogdrive.com)
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, namun bangsa ini menderita karena kezaliman para pemimpinnya. Sudah cukup lama bangsa Indonesia mengalami Krisis multidimensional. Mulai dari ekonomi, moneter, hukum, moral dan masih banyak lagi.
Indonesia yang notabenenya Negara tropis maritim kaya raya menempati peringkat IPM (indeks pembangunan masyarakat) 109 dari 174 negara . ini sudah menjadi fakta bahwa indonesia membutuhkan perubahan. Indonesia harus menjadi barisan Negara-negara maju di dunia dimana keadilan dan kesejahteraan menjadi bagian tak terpisahkan. Angka kemiskinan harus ditekan seminimal mungkin begitupula dengan angka pengangguran. Korupsi harus diberantas, supremasi hukum harus ditegakkan. Isu-isu negative tidak boleh lagi terdengar di Indonesia, lingkungan, social, politik dan pendidikan. Dan satu hal yang tidak boleh terlupakan adalah perbaikan moral khususnya para pemuda Indonesia.
KONDISI PEMUDA INDONESIA SAAT INI
Problematika pemuda yang terbentang di hadapan kita sekarang sungguh kompleks, mulai dari masalah pengangguran, krisis mental, krisis eksistensi, hingga masalah dekadensi moral. Budaya permisif dan pragmatisme yang kian merebak membuat sebagian pemuda terjebak dalam kehidupan hedonis, serba instant, dan tercabut dari idealisme sehingga cenderung menjadi manusia yang anti sosial. (rumahzakat.org)
Sehingga muncul pertanyaan, apakah masih relevan pemuda dikataka sebagai agen perubahan di masa saat ini? tentu saja jawabannya adalah ya!masih ada pemuda-pemuda Indonesia yang peduli dengan bangsanya. Tinggal bagaimana caranya agar pemuda lainnya bisa turut berkontribusi untuk perubahan bangsa Indonesia.
Dalam konteks internasional, kepemudaan (youth) merupakan isu sekaligus problematika global karena menyentuh tataran nilai sosial dan budaya masyarakat hampir di seluruh belahan bumi ini. Masalah kepemudaan pun telah berkembang sebagai wacana global dalam kurun waktu lebih dari satu dekade terakhir. Pembahasannya cenderung menempati posisi strategis dalam berbagai agenda pertemuan berskala bilateral, regional dan multilateral.
Keprihatinan terhadap kondisi pemuda saat ini harus tetap diprihatinkan tanpa mengabaikan perubahan itu sendiri. Karena suatu perubahan tidak perlu menunggu orang banyak. Dia akan bergulir dengan sendirinya bersama para pemuda yang teguh dengan komitmennya untuk perubahan.
BAGAIMANA MELAKUKAN PERUBAHAN?
Pemuda sebagai agen perubahan tidak akan mampu melakukan perubahan yang signifikan bila tidak didukung dengan sebuah sistem atau perangkat-perangkat pendukung. Menurut hemat saya, organisasi adalah sarana paling efektif untuk menginisiasi dan melakukan perubahan tersebut. Kita tidak dapat melakukan perubahan secara individual karena kemampuan kita yang terbatas. Kita memerlukan komunitas yang konsisten dengan perubahan tersebut. Disinilah kemudian lahir peran organisasi.
Organisasi yang saya maksudkan tidak berarti organisasi yang terlihat saja (eksis) namun bisa juga organisasi yang terselubung. Dulu ketika zaman penjajahan jepang, zaman ketika organisasi-organisasi pemuda dilarang berdiri selain yang didirikan oleh mereka. Lahirlah tokoh-tokoh seperti sukarni, yusuf, dan kunto yang mendorong proklamasi kemerdekaan. Dalam organisasi akan lahir diskusi-diskusi dan budaya yang mendukung adanya sebuah perubahan. Perubahan di lingkungan sekitar hingga skala yang paling luas sekalipun.
Untuk itu Para Pemuda masrilah kita satukan ide, gagasan serta kebersamaan dalam membagun daerah kita yang terkhususnya Daerah MUNA Wite barakati, ini yang menjadi target kita kedepan. Organisasi Forum Komunikasi Pelajar Mahasiswa Muna Sulawesi Utara (FKPMM SULUT) Merupakan Dasar untuk Masa Depan Muna menuju pembangunan yang sejahtera.................Sejahterakah Daerahku???. Pertanyaan ini yang harus kita kokohkan. mari bersatu untuk kita semua.
Bangun Dan Bangkit Melwan Sebab Mundur Dan Diam Adalah Penghianatan.
Yakin Usaha Sampai.
Hidup Rakyat.......................!!!
Diposting oleh FKPMM di 4/13/2009 11:11:00 AM 0 komentar
Label: Sejahterakah Daerahku???
Senin, 23 Maret 2009
Peran Pemuda Dalam Proses Pperbaikan Bangsa Dan Daerah
PERAN PEMUDA DALAM PROSES PERBAIKAN BANGSA DAN DAERAH
Assalamu Alaikum Wr. Wb.
Satu nusa… satu bangsa… satu bahasa kita…Tanah air pasti jaya…untuk slama-lamanya…
Kaowilindo Kamokulahi........ KOEMO WUTO SUMANOMO LIWU..
Sebait lagu satu nusa satu bangsa yang menunjukkan kepada kita besarnya semangat dan cita-cita pemuda dalam masa pergerakan untuk mewujudkan sebuah negara bernama Indonesia yang bersatu. Pemuda adalah generasi penerus bangsa. Keabsahan slogan ini tidak terbantahkan karena mau tidak mau, sanggup atau tidak sanggup, pemudalah yang akan menggantikan kedudukan generasi-generasi sebelumnya dalam membangun bangsa. Selain itu, pemuda sudah sepantasnyalah menjadi agent of change, pembawa perubahan, yang membawa bangsa ini menjadi lebih baik, lebih bersatu, lebih makmur, lebih demokratis, dan lebih madani. Inilah kira-kira peran pemuda yang seharusnya dapat diwujudkan bersama.
Menilik sejarah, pada awal abad ke-20 Indonesia diwarnai oleh pergerakan kebangsaan yang tidak lain dimotori oleh para pemuda pada zaman itu. Sejarah mencatat Budi Utomo sebagai organisasi pertama yang mengubah watak pergerakan perlawanan, yang semula bersifat kedaerahan menjadi bersifat kebangsaan. Bangsa Indonesia disadarkan bahwa untuk dapat mencapai kemerdekaan, seharusnnya ada persatuan dan perasaan senasib yang melandasi perlawanan terhadap penjajah.Setelah dipelopori Budi Utomo sebagai organisasi kebangsaan pertama, bermunculanlah sekian banyak organisasi kebangsaan lainnya. Muhammadiyah, NU, Serikat Dagang Indonesia, Taman Siswa, sampai dengan PNI sebagai partai pertama yang dimiliki bangsa ini adalah contohnya. Kesemuanya memiliki orientasi dan cita-cita yang sama, persatuan dan kemerdekaan Bangsa Indonesia.Sampai pada hari yang sangat menentukan bagi masa depan Bangsa Indonesia, 28 Oktober 1928 Kongres Pemuda II diselenggarakan di Jakarta. Kongres ini setidaknya menghasilkan tiga point penting, yakni kesadaran berbangsa Indonesia, bertanah air Indonesia, dan berbahasa nasional, Bahasa Indonesia. Inilah moment dimana semangat nasionalisme dikobarkan dan sedikit demi sedikit perasaan kedaerahan yang berlebihan dikikis dan diminimalkan. Inilah akselerator perjuangan perlawanan terhadap penjajah yang akhirnya mencapai titik endingnya melalui proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. Inilah keadaan pemuda pada zaman pergerakan, hampir satu abad yang silam.
Sekarang?? Sebuah realitas mengenai penghayatan makna sumpah pemuda yang diselenggarakan sebuah media terkemuka menggambarkan betapa minimnya penghayatan terhadap nilai-nilai sumpah pemuda. Ketika ditanya tentang apa itu sumpah pemuda, kita kemungkinan besar akan menjawab bahwa sumpah pemuda sudah dipelajari sejak SD. kita akan mengetahui kalau tanggal 28 Oktober diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda. Namun, hanya tahu sebatas tanggal saja. Selebihnya, kita hanya terpesona dengan romantisme sejarah. kenapa tidak, banyak diantara pemuda tidak mengetahui dan memahami perannya. ”Ironi memang melihat fenomena ini, tapi itulah yang terjadi. Pemuda pada zaman sekarang seolah-olah tidak mewarisi semangat nasionalisme yang didengung-dengungkan Sukarno, Hatta, Syahrir, tan malaka dan banyak tokoh-tokoh pemuda lainnya beberapa dasawarsa silam. Agaknya, tidak salah jika sebagian orang mengatakan bahwa nasionalisme pemuda kita telah berubah menjadi materialisme dan hedonisme, patriotisme telah berubah menjadi apatisme. Fenomena ini dapat kita tangkap dari keengganan sebagian pemuda kita untuk memikirkan masalah kebangsaan.“Jangankan soal kebangsaan, untuk masalah yang ada di sekitarnya saja banyak yang tidak peduli. Untuk berorganisasi di tingkat paguyuban saja susah untuk diajak dan melibatkan diri mereka. Yang dipikirin cuma bersenang-senang dan kepentingannya sendiri.
Dengan mengikuti alur sejarah “continuity and change”, maka peran kesejarahan generasi muda sekarang harus melintasi sekaligus tiga zaman, masalalu, masakini dan masadepan, yakni perpaduan kesadaran historis, kesadaran realistik, dan kesadaran futuristik, seakan membentuk segitiga utuh. Sebab, kesadaran historis semata akan melahirkan romantisme. Hanya ada kesadaran realistik akan melahirkan pragmatisme. Sementara, dengan kesadaran futuristik, yang lahir adalah generasi muda pemimpi. olehnya itu, perlu akselarasi ketiganya.
Generasi muda menghadapi dua medan sekaligus. Terhadap lingkungannya, ia dituntut untuk berperan sebagai katalisator bagi percepatan perubahan. Secara internal masih banyak masalah, baik secara kolektif belum menyatu dalam satu gerakan pembaharuan, maupun ia belum selesai dengan dirinya sendiri, yang secara pribadi ia harus “menjadi” seseorang yang punya prestasi, di mana keduanya untuk meningkatkan daya tawar generasi muda, sekaligus mengambil peran, dan bukannya meminta peran. kata bijak yang harus digunakan dengan persoalan ini adalah pemuda harus mempunyai karakter yang kuat. dan ini merupakan tanggung jawab kita semua, baik itu yang ada di tingkatan mahasiswa sebagai masyarakat intelektual, maupun pemerintah. kita bisa melihat bagaimana setiap negara maju pun tetap membina jiwa nasionalisme bangsanya agar tidak luntur. Negara seliberal bahkan semaju apa pun sangat memegang teguh prinsip nasionalisme, baik dalam pengembangan ekonomi, pendidikan dan politiknya. Justru globalisasi itu dijadikan sarana untuk memperbesar kepentingan nasionalnya. Lebih jauh lagi harus dilihat bagaimana negara-negara maju di Eropa melakukan nation building selama puluhan tahun, agar warga memiliki komitmen kebangsaan dan kenegaraan yang tinggi. Bahkan John F Kennedy juga mengajarkan: “Jangan bertanya apa yang diberikan negara kepadanmu, tapi bertanyalah apa yang bisa kamu berikan pada negara”.
Jauh sebelum Jhon F. Kennedy mengeluarkan kalimat yang berorientasi pada pengembangan karakter tersebut, leluhur kita terdahulu di kabupaten muna sudah merumuskan kalimat sakral, seperti yang sering di dengung-dengungkan semua orang muna, dan terdapat dalam sepenggal bait himne FKPMM, ........... "KAOWILINDO KAMOKULAHI.... KOEMO WUTO SUMANOMO LIWU...."
Dengan cara itu sebenarnya orang-orang terdahulu atau leluhur kita melakukan character building bagi kaum mudanya, agar memiliki komitmen pada nasionalisme bangsa sendiri untuk membangun masyarakat bangsa dan negara. Sebaliknya sebagian kalangan intelektual kita berpandangan bahwa di tengah globalisme ini, nasionalisme sudah tidak penting. Bahkan menempatkan nasionalisme sebagai bentuk dogmatisme, lalu mengajak untuk perpaling pada globalisme. Tampak bahwa cara berpikir ini hanya bersifat sekilas, tidak pernah menembus ke inti persoalan. Oleh sebab itu, character building warga negara perlu terus dilakukan agar mereka memiliki komitmen kebangsaan. Dan hanya dengan semangat kebangsaan itulah, generasi muda Indonesia akan memiliki pijakan yang kuat dalam menjalankan perannya di tengah-tengah tarikan percaturan global.
CATATAN AKHIR
SETIDAKNYA ada dua aras penting sebagai catatan akhir, agar bermuara pada bagaimana perumusan peran generasi muda ke depan. Indonesia bukan lagi sekadar cita-cita, tetapi sudah merupakan realita. Cita-cita Sumpah Pemuda memberi semangat, realita butuh “cita-cita baru”. Cita-cita baru yang bersemangat mempersatukan sekaligus merekahkan. Realita itu sudah ada, bernama Indonesia, buah dari cita-cita para pemuda pendahulu. Sekarang Indonesia butuh cita-cita baru, untuk mempersatukannya, sekaligus untuk merekahkannya dalam sebuah realita baru bernama Indonesia Baru, yang lebih berkeadilan, sejahtera, aman dan damai.
Kebangkitan Nasional 1908, ditetaskan di tengah cengkeraman penjajahan. Tantangan dan peluang Kebangkitan pemuda saat ini hampir sama sekaligus berbeda. Sama dalam cengkeraman penjajahan, tetapi berbeda motif, modus dan gayanya. Bukan lagi mengokupasi wilayah secara fisik, tetapi meremote melalui jejaring ekonomi global, sketsa politik internasional, gurita informasi, dan destruksi moral generasi. Pelakunya bukan lagi Portugis atau Belanda, tetapi konsorsium global beranggotakan lintas negara dan lintas benua.
Untuk itu, harus tampil sekelompok pemuda pembebas yang tercerahkan. Tampil menginspiring dan mengempowering bangsa ini untuk meretas segala kemungkinan dan ketidakmungkinan yang disuguhkan dalam cawan zaman globalisasi yang terus menggelegak dan berubah cepat. Itulah dua tantangan besar sekaligus tuntutan peran generasi muda, sebagai tumpuan masa depan bangsa, untuk bisa membangun sebuah Indonesia Baru dan mensinergikan segala kekuatan bangsa untuk melawan bentuk penjajahan baru, penjajahan global dalam semua aspek: politik, ekonomi dan kebudayaan.
Akhirnya saya berharap, kita semua menjadi pemuda yang memiliki jati diri dan orientasi gerakan yang jelas. menjadi pemuda yang bercirikan pemikir-pejuang sekaligus pembaharu, pemuda yang selalu bangkit melawan setiap kebijakan yang menindas, pemuda yang selalu mengedepankan ajaran keyakinan untuk seluruh umat, dan pemuda yang optimistik keras bahwa perjuangan akan selalu terealisasi, serta jangan menjadi pemuda yang cuma puas menjadi generasi peminta-minta.
Wassalam alaikum Wr. Wb.
Tondano, 31 Januari 2009
Ader Lapono
Anggota FKPMM
Diposting oleh FKPMM di 3/23/2009 08:04:00 PM 0 komentar
Label: Untuk Daerah Muna Kedepan
Minggu, 22 Maret 2009
FKPMM
FKPMM
FKPMM adalah Forum Komukasi Pelajar Mahasiswa Muna yang merupakan salah satu paguyuban yang berada di sulawesi utara sebagai tempat atau wadah untuk mahasiswa yang berasal dari muna yang berdomisilir di sulawesi utara. FKPMM lahir pada tanggal 15 oktober tahun 1990, atas kesepakatan seluruh mahasiswa muna yang ada di sulawesi utara Di tondano. FKPMM mempunyai misi terhadap masyarakat muna yaitu, "KOEMO WUTO SUMANOMO LIWU" dan ini di junjung tinggi oleh mahasiswa muna sulawesi utara sebagai pijakan untuk perkembangan muna.
Diposting oleh FKPMM di 3/22/2009 03:29:00 PM 0 komentar
Label: FKPMM
